Meski arus modernisasi terus berkembang, namun kebudayaan warisan bangsa sendiri jangan lantas ditinggalkan. Kebudayaan Sunda, misalnya, harus terus dijaga dan dipelihara.
Karenanya, SDN 3 Kaduagung Timur yang berada di dalam wilayah dan peradaban Sunda, senantiasa berupaya untuk ‘ngaraksa jeung ngariksa’ budaya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjadikan tradisi tari ‘Mapag Panganten’ sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Tari Mapag Panganten sendiri merupakan tarian arak-arakan yang terdapat dalam serangkaian upacara pernikahan adat Sunda. Dalam bahasa Sunda, mapag berarti menjemput atau menyambut dan panganten berarti pengantin.

Menurut Kepala SDN 3 Kaduagung Timur, Muhamad Sutiman, S.Pd., ekskul terkait tarian adat mapag panganten dijadikan sebagai ekstrakurikuler unggulan, “Program terdekatnya, anak-anak dipersiapkan untuk mengisi acara penglepasan siswa kelas 6 tahun ini seperti yang pernah dilakukan saat Tahun pelajaran 2022 – 2023 lalu,” jelasnya, “Latihan rutin dilakukan tiga bulan menjelang kenaikan kelas,” tambahnya.
Para peserta ekstrakurikuler tarian mapag panganten adalah siswa kelas 4 dan 5 dalam setiap tahun pelajaran berjalan.
Sementara itu, sebagai pelatih adalah ibu Dinna Maylina, S.Pd, “Kita memberdayakan sumberdaya yang ada di SDN 3 Kaduagung Timur. Insyaallah kegiatan ini diadakan pada setiap momentum perpisahan kelas 6. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada ibu pelatih yang telah mencurahkan segala waktu dan kemampuannya demi anak-anak didik. Saya pun memberikan apresiasi kepada para siswa peserta ekskul. Kegiatan ini sangat baik karena bisa melatih mental anak-anak untuk tampil di depan umum, dan juga di depan orangtua siswa” papar kepala sekolah. ***






