Untuk lebih meningkatkan mutu guru, SDN 3 Kaduagung Timur, Cibadak, Lebak, menyelenggarakan In House Training, Kamis (14/9).
In House Training tersebut mengambil tema “Peningkatan Mutu Guru dalam Pembuatan Penilaian pada Proses Pembelajaran” dengan pemateri Drs. Cakra, M.Si., Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Cibadak, Lebak.
BACA JUGA: Mengapa Sekolah Wajib Memiliki Website?
Dalam pemaparannya, Drs. Cakra, M.Si., menitikberatkan kepada perubahan pola penilaian dari Kurikulum 2013 (K-13) kepada Kurikulum Merdeka, “Meski sebenarnya Kurikulum Merdeka ini belum diterapkan,” ujarnya.
Lebih jauh Drs. Cakra, M.Si., menjelaskan, “Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang menitikberatkan kepada pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik,” urainya.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru di lingkungan SDN 3 Kaduagung Timur tersebut, selain diisi dengan kegiatan pembuatan penilaian pada proses pembelajaran, juga diisi dengan teknik memasuki ‘dapur’ website dengan harapan para guru lebih memahami tentang website sekolah sehingga pada gilirannya mampu meningkatkan budaya literasi digital.
Hal ini terkait dengan telah dibuatnya website sekolah SDN 3 Kaduagung Timur yang memiliki nama domain sdn3kaduagungtimur.sch.id.
Zayn Al Muttaqien dari PT Sandika Pustaka Madyantara, developer web, yang menjadi pemateri dalam seluk beluk website menjelaskan bahwa di era digital ini, sekolah wajib memiliki website, “Mengapa sekolah saat ini wajib memiliki website? Ada beberapa hal yang menjadi alasan di antaranya website merupakan alat pemasaran yang jitu, sarana publikasi yang efektif, media untuk meningkatkan citra sekolah, meningkatkan pengalaman pembelajaran, membangun komunitas pendidikan, mengeratkan hubungan sekolah dengan wali murid, sarana menerima umpan balik, meningkatkan budaya literasi digital, pengarsipan digital yang lebih mudah dan menghemat tempat, serta menghemat biaya dan waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 3 Kaduagung Timur, Muhamad Sutiman, S.Pd., berharap agar kegiatan ini membawa dampak positif untuk meningkatkan sumberdaya guru,”Di era digital ini, kita harus lebih memiliki sumberdaya sebagai bagian tak terpisahkan untuk menyambut era teknologi. Ini merupakan langkah awal, ke depan kita akan kembali menyelenggarakan acara serupa agar kita semua, setidaknya, memahami bagian-bagian terpenting dalam meningkatkan sumberdaya diri,” tegasnya. ***






